MINANG77 🏠 Atap bergonjong mudah diingat, tetapi bagaimana susunan Rumah Gadang? Bentuk bangunan dan ruangnya memberi gambaran lebih utuh tentang ciri arsitektur Minangkabau

minang77 ·
MINANG77 🏠 Atap bergonjong mudah diingat, tetapi bagaimana susunan Rumah Gadang? Bentuk bangunan dan ruangnya memberi gambaran lebih utuh tentang ciri arsitektur Minangkabau

minang77

LIVE

Atap bergonjong memberi Rumah Gadang siluet yang mudah dikenali. Namun, gambaran arsitekturnya lebih utuh ketika denah dan susunan ruang ikut diperhatikan: bangunannya berbentuk empat persegi panjang, terbagi menjadi bagian muka dan belakang, sementara tiang membantu menandai pembagian ruang di dalamnya. [1]

MINANG77: membaca bentuk dan susunan Rumah Gadang

Dari gonjong hingga bagian luar bangunan

Nama Rumah Bagonjong merujuk pada puncak atapnya yang runcing menyerupai tanduk kerbau. Atap itu dahulu dibuat dari ijuk, sedangkan belakangan banyak yang berganti dengan seng. Rumah Gadang juga dikenal sebagai Rumah Baanjuang, nama yang berkaitan dengan adanya ruang anjung di sisi bangunan. [1]

Bagian muka dan belakangnya memiliki tampilan berbeda. Bagian depan biasanya dipenuhi ukiran dengan motif akar, bunga, daun, serta bidang persegi empat dan genjang; bagian luar belakangnya dilapisi belahan bambu. Rumah ini dibangun dengan tiang-tiang panjang. [1]

Lanjar dan ruang membagi bagian dalam

Di dalam Rumah Gadang, hampir seluruh bagian merupakan ruang lepas, kecuali kamar tidur. Pembagiannya ditandai oleh tiang: barisan tiang dari muka ke belakang menandai lanjar, sedangkan barisan dari kiri ke kanan menandai ruang. Dengan begitu, lanjar dan ruang menunjukkan dua arah pembagian yang berbeda. [1]

Jumlah lanjar bergantung pada besar rumah, yakni dua, tiga, atau empat. Jumlah ruangnya ganjil, mulai dari tiga hingga sebelas. Angka-angka ini memberi gambaran bahwa susunan bagian dalam dapat berbeda, bukan satu pola dengan jumlah ruang yang selalu sama. [1]

Jumlah kamar juga bergantung pada jumlah perempuan yang tinggal di rumah. Dalam ketentuan yang dijelaskan untuk Rumah Gadang, perempuan yang telah bersuami memperoleh kamar, perempuan tua dan anak-anak mendapat tempat di kamar dekat dapur, sedangkan gadis remaja berbagi kamar di ujung yang lain. [1]

Anjung dan lingkungan rumah

Di sayap kanan dan kiri bangunan terdapat anjung. Ruang ini digunakan untuk tempat pengantin bersanding atau penobatan kepala adat. Bentuk penyangganya berbeda menurut kelarasan: anjung pada Koto-Piliang memakai tongkat penyangga, sedangkan pada Bodi-Chaniago tidak. Uraian sumber mengaitkan perbedaan itu dengan prinsip hierarki pada Koto-Piliang dan gambaran anjung seolah mengapung pada Bodi-Chaniago. [1]

Rumah Gadang tidak hanya mencakup bangunan utama. Di halaman depan biasanya terdapat dua rangkiang untuk menyimpan padi, sementara surau kaum biasanya dibangun tidak jauh dari kompleks rumah dan berfungsi sebagai tempat ibadah, pendidikan, serta tempat tinggal lelaki dewasa kaum yang belum menikah. Rumah Gadang biasanya berdiri di atas tanah milik keluarga induk dalam suku atau kaum, dan diwariskan kepada perempuan dalam kaum tersebut. [1]

Gonjong menonjolkan bentuk atap, tetapi susunan tiang, lanjar, ruang, kamar, dan anjung memperlihatkan bagaimana bagian-bagian Rumah Gadang ditata. Membaca unsur-unsur itu bersama-sama memberi gambaran arsitektur yang lebih lengkap daripada melihat siluet atap saja. [1]

Sumber

  • [1] Wikipedia bahasa Indonesia — Rumah Gadang. https://id.wikipedia.org/w/index.php?oldid=30010911&title=Rumah_Gadang (diakses 2026-10-03).
minang77

FAQ minang77

Pertanyaan yang sering diajukan

Rumah Bagonjong merujuk pada puncak atap yang runcing menyerupai tanduk kerbau, sedangkan Rumah Baanjuang berkaitan dengan adanya ruang anjung di sisi bangunan. [1]

Keduanya menandai pembagian yang berbeda. Barisan tiang dari muka ke belakang menandai lanjar, sementara barisan tiang dari kiri ke kanan menandai ruang. [1]

Tidak. Jumlah lanjar bergantung pada besar rumah dan dapat berjumlah dua, tiga, atau empat; jumlah ruangnya ganjil, mulai dari tiga hingga sebelas. [1]

Uraian tersebut menyebut bahwa perempuan yang telah bersuami memperoleh kamar, perempuan tua dan anak-anak mendapat tempat di kamar dekat dapur, sedangkan gadis remaja berbagi kamar di ujung yang lain. [1]

Anjung di sayap kanan dan kiri digunakan untuk tempat pengantin bersanding atau penobatan kepala adat. Anjung pada kelarasan Koto-Piliang memakai tongkat penyangga, sedangkan pada Bodi-Chaniago tidak. [1]